"Cinta Pada Pandagan Pertama"
Oleh: Ramadhan Yusuf
Ketika seseorang merasakan jatuh cinta yang berawal dari sebuah
pandangan pertama yang membawakan kerinduan yang mengalir dan terus
mengalir mengikuti aliran darah ku yang terus berpusat padang jantung.
Dan ketika kita merasakan detak dan tidaknya jantung itu maka kita akan
berpegang dan merasakan lewat denyutan nadi, dan cintapun seperti itu
ketika kita ingin merasakan benar benar kita jatuh cinta maka rasakan
pada hati, apa bila hati itu merasakan sesak ketika ada seseorang yang
kita anggap dia adalah cinta kita, karena awalnya hati kita kosong tak
pernah merasakan apa apa. Tapi pada saat dia hadir dia tegah – tengah
hati kita, maka hati kita terasa sesak, itu berarti hati ini tdak kosong
lagi melainkan ada isinya,,,, apa isi dalam hati ini ? ? ?
Dalam puissi ini akan menjelaskan tentang cinta pada pandangan pertama....
Cintaku datang pada bulan purnama
Menerangi hati pada kekosongan terhampa
Menari – nari didalam istana kebebasan
Membuang musimnya kegilasahan dalam kekosongan
Aku ingin menari bersama mereka
Bersorak bernyayi menyambut datangnya sang cinta
Yang akan mewarnai malamku
Yang dislimuti kegelapan yang kosong
Akankah cinta ini yang menandakan bahwa cinta pada pandangan pertama
Ataukah cinta ini seperti cintanya pada para iblis yang bersorak
Menari sekaligus mempersembahkan tumbal
Demi meninggikan ilmu pada diri mereka yang hitam???
Ataukah cinta seperti cahaya
Seperti bahan utama dalam penciptaan malaikat dari nur yang suci
Tanpa ada noda..... seperti sosok malaikat yang bersih akan noda???
Tidak – tidak itu bukan cinta, itu iblis dan malaikat
Iblis dan malaikat yang menyerupai cinta
Yang membawa duka pada umat manusia
Karena manusia buta akan cinta.........
Dari penjelasan puisi cinta diatas....
Maka pintar-pintarlah untuk menilai dan memahami cinta itu sendiri,
kadang cinta datang menyerupai iblis, kadang juga menyerupai malaikat,
bisa juga menyerupa Tuhan....
Cinta hadir karena seorang wanita
atau lelaki yang gagah dari fisik yang menggodai iman kita yang
melahirkan nafsu untuk ingin mendapatkan mereka dengan kepuasan hasrat
iblis, itulah cinta yang menyerupai IBLIS...
Cinta datang karena
ingin melengkapi diri mereka yang akan kekurangan fisik maupun jiwa,
maka cinta itu menyerupai malaikat yang lebih menonjol tentang
kekasihanan atau memeprihatin.... demi kebiakan... tanpa menonjolkan
sifat iblisnya,,, maka cinta itu penuh dengan kemunafikan.....
Kalu
cinta datang dari dalam hati, yang tak di undang, diduga, siapa dimana,
dan kapan. Itu berarti cinta yang menyerupai Tuhan, karena tidak
berpatokan kepada fisik jiwa atau apapaun pada dirinya melainkan sebuah
istana yang suci tanpa ada noda yang melekat pada dinding maupun
halamannya..... yaitu adalah hati.....
Apa bila cintamu karena fisikku
aku akan melumpuhkan fisikku
dengan cara menyiramkan dengan air keras
agar kamu tahu, bahwa fisikku bisa aku rusakan dengan air keras
apa bila kamu mencintaiku karena kebaiakan ku
maka aku akan menghapuskan kebaikanku dengan menggoda mu
untuk menjerumuskan cinta kita pada jurang kemaksiatan
dan kamu akan berlari dan berkata
diri aku tak cocok buat dirikmu...
dan apa bila cintamu kepadaku karena hatiku
yang tak bisa kau pandagi dengan matamu yang indah
dan sentuhan tanganmu yang halus dan mulus
maka cintaku itu hanyalah misteri bagimu
yang selalu kau kejar dan kejar
tanpa ada rasa capek dan bosan.....
tanpa ada rasa baik dan jahat....
melaikan sebuah penasaran
maka sentuhlah dan miliki cinta itu dengan hatimu yang suci
seperti cinta tuhan pada umatnya....
dari kutipan puisi diatas... lebih menegaskan bahawa cinta itu jangan
seperti sosok seorang iblis, atau malaikat??? Melaikan cinta sperti
sosok tuhan kepada umatnya manusia. Karena pertimbangan bahawa makhluk
yang sempurna di mata tuhan adalah manusia, bukan iblis, bukan pula
malaikat, maka dari itu, hadirkan cinta jangan seperti sosok iblis yang
lebih fokus kepada hasrat hawa nafsuh yang mengiurkan dan terlena dalam
kenikmatan yamng menjerumuskan dalam sumur kemaksiatan....... dan jangan
pula cinta seperti seorang malaikat yang lebih fokus pada amal kebaikan
yang suci seperti cahayanya.... tanpa ada noda setetespun.
by Ramadhan Yusuf