Puisi Cinta Dan Romantik
" Hakikat Cinta "
( Karya : Ramadhan Yusuf )
Dingin tak selamanya menjadi beku
Seperti sungai yg terus mengalir
Bebas menghepas bebatuan
Dan laut yg selalu tenang
Dibawa sinar rembulan dan fajar
Itu sama halnya seprti cinta
Selalu bebas merasuki jiwa insan
Yg bergerak bebas di pangkuan
Para Adam dan hawa bahkan iblis
Mengatas nammakan kesucian
Dari rahmat Sang Pemilik Cinta
Angin tak selamanya membawa kesjkn
Bagi insan yg kepanasan dalam derita
Seprti pepohonan yg tumbang
Dan rumah yg terbongkar atapnya
Itu sama halnya seperti rasa
Kasih dan sayang yg frontal terucap
Dari bibir-bibir para pendusta
Dalam syair untuk merebut duka
Diatas puncak klimaks yg megah
Membokar cakrawala para pemikiran
Yg labil dan polos akan memaknai
Sebuah kata Cinta, Kasih, dan Sayang
Dalam hubungan Adam dan hawa
Di masa masa itu...
Semua itu atas dasar CINTA
Cinta yg suci tanpa kepercayaan
Kasih yg tulus tanpa dusta
Sayang yg ikhlas tanpa balasan
Maka bangunlah CINTa
Dari Mata yang selalu memandang
Dari Hati yang selalu suci
Dari bibir yang selalu berkata
Bahwa aku mencintaimu
Melalui Tuhan sebagai prantara ku
Dengan doa-doa yg kumunajat...
Selalu bebas merasuki jiwa insan
Yg bergerak bebas di pangkuan
Para Adam dan hawa bahkan iblis
Mengatas nammakan kesucian
Dari rahmat Sang Pemilik Cinta
Angin tak selamanya membawa kesjkn
Bagi insan yg kepanasan dalam derita
Seprti pepohonan yg tumbang
Dan rumah yg terbongkar atapnya
Itu sama halnya seperti rasa
Kasih dan sayang yg frontal terucap
Dari bibir-bibir para pendusta
Dalam syair untuk merebut duka
Diatas puncak klimaks yg megah
Membokar cakrawala para pemikiran
Yg labil dan polos akan memaknai
Sebuah kata Cinta, Kasih, dan Sayang
Dalam hubungan Adam dan hawa
Di masa masa itu...
Semua itu atas dasar CINTA
Cinta yg suci tanpa kepercayaan
Kasih yg tulus tanpa dusta
Sayang yg ikhlas tanpa balasan
Maka bangunlah CINTa
Dari Mata yang selalu memandang
Dari Hati yang selalu suci
Dari bibir yang selalu berkata
Bahwa aku mencintaimu
Melalui Tuhan sebagai prantara ku
Dengan doa-doa yg kumunajat...
“ Kenangan “
( Karya : Ramadhan Yusuf )
( Karya : Ramadhan Yusuf )
terik
mentari menerangi duniaku
indah dan menawan menghiasi hidupku
alunan syair yang tak terlewatkan
dari mulut seorang wanita
membuat ku terlena dan tenggelam
bersama batu karang di dasar laut
indah dan menawan menghiasi hidupku
alunan syair yang tak terlewatkan
dari mulut seorang wanita
membuat ku terlena dan tenggelam
bersama batu karang di dasar laut
walaupun
lautan memiliki kekuatan
untuk menyikirkan batu karang
tapi aku tak pernah bergeser
walaupun semeter
kokoh dan tegak aku berdiam
merenungkan apa yang terjadi
dalam fenomena lautan
yang terus berontak berontak
untuk menghilangkan jejak batu karang
untuk menyikirkan batu karang
tapi aku tak pernah bergeser
walaupun semeter
kokoh dan tegak aku berdiam
merenungkan apa yang terjadi
dalam fenomena lautan
yang terus berontak berontak
untuk menghilangkan jejak batu karang
tapi
aku sadar bahwa keindahan lautan
ada pada batu karangnya
dan dimanapun lautan itu
selalu menyelimuti batu karang
ada pada batu karangnya
dan dimanapun lautan itu
selalu menyelimuti batu karang
seperti
juga dirimu
yang selalu membutuhkan ku
di saat kamu dalam kesepian
dan hari ini aku akan jadikan dirimu
adalah lautan dan diriku adalah batu karangnnya
yang selalu membutuhkan ku
di saat kamu dalam kesepian
dan hari ini aku akan jadikan dirimu
adalah lautan dan diriku adalah batu karangnnya
( Karya Ramadhan Yusuf )
tatapanmu sinis seperti petir
membelah langit dari kabut tebal
ledakan gunturmu yang tegas
mengagetkan diriku dalam kebingungan
dengan butiran - butiran hujankuu
aku mencoba membanjiri dirimu dalam kebisuan
malah kau menyerangiku dengan pelagimu
membuat butiran hujanku tak berdaya
walaupun petirmu yang sinis
dengan guntur mu yang tegas membentaku
aku tak akan kaget lagi
karena aku ingin menikmati pelangimu
dalam butiran butiran hujanku
membanjiri dirmu selamnya......
“ Mengelabui Cinta “
( Karya:
Ramadhan Yusuf )
Cintaku datang pada bulan purnama
Menerangi hati
pada kekosongan terhampa
Menari – nari
didalam istana kebebasan
Membuang
musimnya kegilasahan dalam kekosongan
Aku ingin menari
bersama mereka
Bersorak
bernyayi menyambut datangnya sang cinta
Yang akan
mewarnai malamku
Yang dislimuti
kegelapan yang kosong
Akankah cinta
ini yang menandakan
Bahwa cinta pada pandangan pertama
Ataukah cinta
ini seperti cintanya pada para iblis yang bersorak
Menari sekaligus
mempersembahkan tumbal
Demi meninggikan
ilmu pada diri mereka yang hitam???
Ataukah cinta
seperti cahaya
Seperti bahan
utama
Dalam penciptaan malaikat dari nur yang suci
Tanpa ada
noda.....
Seperti sosok malaikat yang bersih akan noda???
Tidak – tidak
itu bukan cinta, itu iblis dan malaikat
Iblis dan
malaikat yang menyerupai cinta
Yang membawa
duka pada umat manusia
Karena manusia
buta akan cinta.........
“ CINTA YANG TULUS “
( Karya:
Ramadhan Yusuf )
Apa bila cintamu
karena fisikku
aku akan
melumpuhkan fisikku
dengan cara
menyiramkan dengan air keras
agar kamu tahu,
bahwa fisikku bisa aku rusakan dengan air keras
apa bila kamu
mencintaiku karena kebaiakan ku
maka aku akan
menghapuskan
kebaikanku dengan menggoda mu
untuk
menjerumuskan cinta kita pada jurang kemaksiatan
dan kamu akan
berlari dan berkata
diri aku tak
cocok buat dirikmu...
dan apa bila
cintamu kepadaku karena hatiku
yang tak bisa
kau pandagi dengan matamu yang indah
dan sentuhan
tanganmu yang halus dan mulus
maka cintaku itu
hanyalah misteri bagimu
yang selalu kau
kejar dan kejar
tanpa ada rasa
capek dan bosan.....
tanpa ada rasa
baik dan jahat....
melaikan sebuah
penasaran
maka sentuhlah
dan miliki cinta itu
dengan hatimu yang suci
seperti cinta
tuhan pada umatnya....
'' Titik atau Koma ''
( Karya : Ramadhan Yusuf )
Perasaan bermain bersih
Ketika hati berbicara pada kiblat
Mata yg tak pernah berpaling
Tanpa kata yg berdusta pada kesetiaan
Dalam kasih, sayang Yg membeku
Cahaya, yang terancam sirna
Dibalik ego yang berduka
Membuat hati terus berguling
Mengikuti irama-irama kesempurnaan
Yg berpadu dalam nafsu
Misteri yang terbit mongotori waktu
meninggalkan setumpuk kerinduan
Yang tersimpul kaku dalam memaknai
Arti dari kisah ini.
" Cahaya di Siang Hari "
( Karya: Ramadhan Yusuf )
Kupandangimu kuberharap mata ku bisa jujur.
Karena dirimu begitu terang bercahya
Bagaikan matahari tanpa tangan
Semakin jauh aku menjauhimu
Cahaya mu makin terang
Seperti waktu yg tak pernah lelah
Dibalik ego yang berduka
Membuat hati terus berguling
Mengikuti irama-irama kesempurnaan
Yg berpadu dalam nafsu
Misteri yang terbit mongotori waktu
meninggalkan setumpuk kerinduan
Yang tersimpul kaku dalam memaknai
Arti dari kisah ini.
" Cahaya di Siang Hari "
( Karya: Ramadhan Yusuf )
Kupandangimu kuberharap mata ku bisa jujur.
Karena dirimu begitu terang bercahya
Bagaikan matahari tanpa tangan
Semakin jauh aku menjauhimu
Cahaya mu makin terang
Seperti waktu yg tak pernah lelah
Bisikan2 dari dalam istana surga
Memberikanku keyakinan yg dasyat
Bahwa itu bukanlah cahaya
Tapi itu adalah kegelapan
Tapi sungai2 liar tak kalah deras
Menghantam, menerpa mngelabui
Bisikan2 dari istana itu
Ia memberikan isyarat bahwa
Matamu tak akan mebohongimu
Karena ia nnyata bukan mimpi
Aku malah tersenyum
Sabil menatapinya
Semkin dekat ku dekatinya
Cahaya itu makin terang
Menerangi kegelaapan itu
Aku tersenyum sambil berpikir
Nerakanya begitu indah dipandang
Dihiasi cahaya yg menggelora
Tapi sayang itu cahaya kegelapan..
"Cintaku Tak Pernah Mati"
( Karya : Ramadhan Yusuf )
Aku beranjak untuk menyapamu
Awal aku berjumpa
Kau telah berpalinng dri sapaku
Kucoba memberikan mu senyuman
Malah kau hanya terlihat mmurung
Memberikanku keyakinan yg dasyat
Bahwa itu bukanlah cahaya
Tapi itu adalah kegelapan
Tapi sungai2 liar tak kalah deras
Menghantam, menerpa mngelabui
Bisikan2 dari istana itu
Ia memberikan isyarat bahwa
Matamu tak akan mebohongimu
Karena ia nnyata bukan mimpi
Aku malah tersenyum
Sabil menatapinya
Semkin dekat ku dekatinya
Cahaya itu makin terang
Menerangi kegelaapan itu
Aku tersenyum sambil berpikir
Nerakanya begitu indah dipandang
Dihiasi cahaya yg menggelora
Tapi sayang itu cahaya kegelapan..
"Cintaku Tak Pernah Mati"
( Karya : Ramadhan Yusuf )
Aku beranjak untuk menyapamu
Awal aku berjumpa
Kau telah berpalinng dri sapaku
Kucoba memberikan mu senyuman
Malah kau hanya terlihat mmurung
Ketika ku berbalik arah
Melawan derasnya waktu yg berputar
Kau malah menjauh dri harapanku
Hingga hari2 tak lagi bersahabat
Ditikam kegalaun yg bergerimis
Aku mencintaimu itu ucapku
Aku menyayangimu itu rasa ku
Tapi cinta dan sayangku
Tak pernah kau pahami
Malah kau melenyapkannya
Dalam waktu waktu ku bersama mu
Hari2ku hanya berperang
Melawan perasaan kecemburuan
Lewat tutur kata yg kupandang
Hingga kurangkaikan istana
Dengan kata kata indah
Yang selama ini aku rasakan
Dan kamupun menimati
Ntah itu hari harimu
Ataupun dalam benak dan pikiranmu
Yg tak pernah ku tahu...
Ini cinta ku
Ini rasa ku
Tak ada yg lain didalam hatiku
SelAin namamu yg tertera
Dan ukiran kasih dan syang wajahmu
Yang ku abadikan dalam hati ini...
Melawan derasnya waktu yg berputar
Kau malah menjauh dri harapanku
Hingga hari2 tak lagi bersahabat
Ditikam kegalaun yg bergerimis
Aku mencintaimu itu ucapku
Aku menyayangimu itu rasa ku
Tapi cinta dan sayangku
Tak pernah kau pahami
Malah kau melenyapkannya
Dalam waktu waktu ku bersama mu
Hari2ku hanya berperang
Melawan perasaan kecemburuan
Lewat tutur kata yg kupandang
Hingga kurangkaikan istana
Dengan kata kata indah
Yang selama ini aku rasakan
Dan kamupun menimati
Ntah itu hari harimu
Ataupun dalam benak dan pikiranmu
Yg tak pernah ku tahu...
Ini cinta ku
Ini rasa ku
Tak ada yg lain didalam hatiku
SelAin namamu yg tertera
Dan ukiran kasih dan syang wajahmu
Yang ku abadikan dalam hati ini...
" IMPIAN WAKTUKU UNTUKMU"
( Karya : Ramadhan Yusuf )
Didalam benakku ...
Ada dirimu terlukis
Cinta yg dulu tercipta
Mengauli tubuhku yg lemah
Tak berdaya tanpa keberanian
Kisah ini seprti angin
Melambaikann tangan untukmu
Memberikan keikhlasan dalam cinta
Yang tak pernah ku dapatkan
Hanya bisa kurasaka
Cinta mu tak pernah kupaksakan
Entah kau juga merasakan atau tdak
Aku selalu mengharapakan
Sapamu dari tatapan dan senyuman
Membuatku legah dalam derita
Aku tak peduli kata mereka
Suara itu hanya sebuah bisikan angin
Hanya sekedar memberikan stimulus
Dalam perjuanganku...
Aku yakin...
Waktu selalu menemaniku
Untuk mlukiskan dirimu
Dalam syair-syairku hari ini
Tuhanpun berpihak padaku
Memberikan waktunya untuku
Mencintaimu lewat waktu-waktu
Yang tersisa dalam hembusan angin
Melambaikann tangan untukmu
Memberikan keikhlasan dalam cinta
Yang tak pernah ku dapatkan
Hanya bisa kurasaka
Cinta mu tak pernah kupaksakan
Entah kau juga merasakan atau tdak
Aku selalu mengharapakan
Sapamu dari tatapan dan senyuman
Membuatku legah dalam derita
Aku tak peduli kata mereka
Suara itu hanya sebuah bisikan angin
Hanya sekedar memberikan stimulus
Dalam perjuanganku...
Aku yakin...
Waktu selalu menemaniku
Untuk mlukiskan dirimu
Dalam syair-syairku hari ini
Tuhanpun berpihak padaku
Memberikan waktunya untuku
Mencintaimu lewat waktu-waktu
Yang tersisa dalam hembusan angin


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda