Senin, 09 November 2015

Puisi " SAJAK DARI TUHANKU "

" SAJAK DARI TUHANKU "
( Karya : Ramadhan Yusuf )

aku mencintaimu karena perbedaan
entah itu iman maupun keyakinan
bukan karena persamaan, bukan pulah kesempurnaan
melainkan ketulusan dan kejujuran
yang terlahir dari hasrat kejiwaanku
yang bergejolak membawa sejuta harapan

aku terlahir untukmu dari sajak Tuhanku
mengikuti langkah angin bergemuruh di gurun pasir
seperti seorang musafir mencari sumber air
mengobati rasa dahaga yang membelenggu
ini bukan ngesah, karena keambiguanku
tapi aku hanya bersajak di malam gelap para dewa
mengembalikan aku pada hakikatku
mengenai rasa kasih, sayang dan cinta
yang bersatu dalam perbedaan kita

berbeda, bukan berarti kita jauh
jauh bukan berarti kita tak bisa bersatu
dalam selimut kebahgiyaan
selama sungai mengalir menuju kelautan
matahari masi muncul di pagi hari
cintapun akan selamnya mempersatukan kita
ketika hari masi menjiwai kita

aku tahu kaupun mengetahuinya
dan kita takan membiarkan langit menjadi mendung
laut menjadi surut, sungai menjadi kering
tapi cobalah bersatu dalam kembang para bunga-bunga
bersatu pada fajar dan rembulan
yang saling meneragi siang dan malam
seperti pula dirimu dan diriku
bersaatu dalam waktu yang tak berujung.

Jumat, 06 November 2015

"Cinta Pada Pandagan Pertama"

"Cinta Pada Pandagan Pertama"
Oleh: Ramadhan Yusuf

Ketika seseorang merasakan jatuh cinta yang berawal dari sebuah pandangan pertama yang membawakan kerinduan yang mengalir dan terus mengalir mengikuti aliran darah ku yang terus berpusat padang jantung. Dan ketika kita merasakan detak dan tidaknya jantung itu maka kita akan berpegang dan merasakan lewat denyutan nadi, dan cintapun seperti itu ketika kita ingin merasakan benar benar kita jatuh cinta maka rasakan pada hati, apa bila hati itu merasakan sesak ketika ada seseorang yang kita anggap dia adalah cinta kita, karena awalnya hati kita kosong tak pernah merasakan apa apa. Tapi pada saat dia hadir dia tegah – tengah hati kita, maka hati kita terasa sesak, itu berarti hati ini tdak kosong lagi melainkan ada isinya,,,, apa isi dalam hati ini ? ? ?
Dalam puissi ini akan menjelaskan tentang cinta pada pandangan pertama....
Cintaku datang pada bulan purnama
Menerangi hati pada kekosongan terhampa
Menari – nari didalam istana kebebasan
Membuang musimnya kegilasahan dalam kekosongan
Aku ingin menari bersama mereka
Bersorak bernyayi menyambut datangnya sang cinta
Yang akan mewarnai malamku
Yang dislimuti kegelapan yang kosong
Akankah cinta ini yang menandakan bahwa cinta pada pandangan pertama
Ataukah cinta ini seperti cintanya pada para iblis yang bersorak
Menari sekaligus mempersembahkan tumbal
Demi meninggikan ilmu pada diri mereka yang hitam???
Ataukah cinta seperti cahaya
Seperti bahan utama dalam penciptaan malaikat dari nur yang suci
Tanpa ada noda..... seperti sosok malaikat yang bersih akan noda???
Tidak – tidak itu bukan cinta, itu iblis dan malaikat
Iblis dan malaikat yang menyerupai cinta
Yang membawa duka pada umat manusia
Karena manusia buta akan cinta.........
Dari penjelasan puisi cinta diatas....
Maka pintar-pintarlah untuk menilai dan memahami cinta itu sendiri, kadang cinta datang menyerupai iblis, kadang juga menyerupai malaikat, bisa juga menyerupa Tuhan....
Cinta hadir karena seorang wanita atau lelaki yang gagah dari fisik yang menggodai iman kita yang melahirkan nafsu untuk ingin mendapatkan mereka dengan kepuasan hasrat iblis, itulah cinta yang menyerupai IBLIS...
Cinta datang karena ingin melengkapi diri mereka yang akan kekurangan fisik maupun jiwa, maka cinta itu menyerupai malaikat yang lebih menonjol tentang kekasihanan atau memeprihatin.... demi kebiakan... tanpa menonjolkan sifat iblisnya,,, maka cinta itu penuh dengan kemunafikan.....
Kalu cinta datang dari dalam hati, yang tak di undang, diduga, siapa dimana, dan kapan. Itu berarti cinta yang menyerupai Tuhan, karena tidak berpatokan kepada fisik jiwa atau apapaun pada dirinya melainkan sebuah istana yang suci tanpa ada noda yang melekat pada dinding maupun halamannya..... yaitu adalah hati.....
Apa bila cintamu karena fisikku
aku akan melumpuhkan fisikku
dengan cara menyiramkan dengan air keras
agar kamu tahu, bahwa fisikku bisa aku rusakan dengan air keras
apa bila kamu mencintaiku karena kebaiakan ku
maka aku akan menghapuskan kebaikanku dengan menggoda mu
untuk menjerumuskan cinta kita pada jurang kemaksiatan
dan kamu akan berlari dan berkata
diri aku tak cocok buat dirikmu...
dan apa bila cintamu kepadaku karena hatiku
yang tak bisa kau pandagi dengan matamu yang indah
dan sentuhan tanganmu yang halus dan mulus
maka cintaku itu hanyalah misteri bagimu
yang selalu kau kejar dan kejar
tanpa ada rasa capek dan bosan.....
tanpa ada rasa baik dan jahat....
melaikan sebuah penasaran
maka sentuhlah dan miliki cinta itu dengan hatimu yang suci
seperti cinta tuhan pada umatnya....
dari kutipan puisi diatas... lebih menegaskan bahawa cinta itu jangan seperti sosok seorang iblis, atau malaikat??? Melaikan cinta sperti sosok tuhan kepada umatnya manusia. Karena pertimbangan bahawa makhluk yang sempurna di mata tuhan adalah manusia, bukan iblis, bukan pula malaikat, maka dari itu, hadirkan cinta jangan seperti sosok iblis yang lebih fokus kepada hasrat hawa nafsuh yang mengiurkan dan terlena dalam kenikmatan yamng menjerumuskan dalam sumur kemaksiatan....... dan jangan pula cinta seperti seorang malaikat yang lebih fokus pada amal kebaikan yang suci seperti cahayanya.... tanpa ada noda setetespun.
by Ramadhan Yusuf

Artikel




 "Kedamaian Kaum Idealis"
Oleh: Ramadhan Yusuf

Dikala dunia itu serba serpihan hati yang tak bertuan, hingga terjebaklah kaum-kaum yang beralih ke dunia lain untuk memperjelas identitas dirinya. Pada dasarnya para kaum-kaum yang beridealis selalu membawa kedamian dirinya dalam masalah – masalah yang berkaitan dengan keadilan, hukum, serta  sampai kerana politik.
Ketika kaum idealis merasa dirinya terganggu apa bila ketidak adilan yang dilakukan kaum kapitalis yang menjarah kebebasan rakyat dalam kekuasaan, maka mereka akan bertindak dan berjuang untuk membebaskan kebebasan sampai ke titik darah penghabisan, dan itu akan terus berkelanjutan selama darah  masi memerah membakar semangat juang dan putih tulang yang mendorong keikhlasan dan kesucian niat untuk mewujudkan kedamain yang ada dalam diri mereka.
Keadilan, satu kata yang selalu dijunjung tinggi, satu kata yang membunuh jiwa, satu kata yang penuh darah, satu kata yang selalu dikoar – koarkan dalam pertempuran, satu kata yang selalu dimpikan, satu kata yang selalu membawa ketentraman dalam dinamika kehidupan.  Dimanapun dan kapanpun dalam situasi apa saja, keadilan itu sebagai tujuan, entah itu dalam suatu negri, rumah tangga, bahkan agamapun menjunjung tinggi keadilan.
Indonesia adalah salah satu negara yang berpegang teguh pada keadilan. hingga para pahlawan membawa dan mencantumkan dalam idiologi dasar negara, karena diliohat dari sejarah pejuang dlu memerdekakan negri ini dari tangan para penjajah hingga merah putih sampai sekarang berkibar dengan damai, karena menuntut keadilan, karena rakyat pada saat itu diperlakukan seperti budak tak bertuan, diperlakukan seperti binatang yang patut untuk dihina, ditindas dan dikurung. Mulai dari situlah jiwa keadilan mempersatukan mereka hingga melawan dan berontak mengusir para penjajah itu dari tanah pertiwi ini. Setelah indonesia merdeka maka lahirlah dasar idioligi yang salah satu tercantum atau terselip kata keadilan, dan bukan sampai disitu, bahkan berkelanjutan hingga para penjajah yang terlahir dari negri indonesiapun  diusir dan diasingkan karena lupa akan keadilan, para aktivis –aktivis akhirnya menciptakan atau mencetuskan Sumpah Mahasiswa yang salah satu isinyapun menekan tentang keadilan.

Selasa, 01 September 2015

Puisi Cinta Dan Romantik


               



" Hakikat Cinta "
( Karya : Ramadhan Yusuf )


Dingin tak selamanya menjadi beku
Seperti sungai yg terus mengalir
Bebas menghepas bebatuan
Dan laut yg selalu tenang
Dibawa sinar rembulan dan fajar

Itu sama halnya seprti cinta
Selalu bebas merasuki jiwa insan
Yg bergerak bebas di pangkuan
Para Adam dan hawa bahkan iblis
Mengatas nammakan kesucian
Dari rahmat Sang Pemilik Cinta

Angin tak selamanya membawa kesjkn
Bagi insan yg kepanasan dalam derita
Seprti pepohonan yg tumbang
Dan rumah yg terbongkar atapnya
Itu sama halnya seperti rasa
Kasih dan sayang yg frontal terucap
Dari bibir-bibir para pendusta
Dalam syair untuk merebut duka
Diatas puncak klimaks yg megah
Membokar cakrawala para pemikiran
Yg labil dan polos akan memaknai
Sebuah kata Cinta, Kasih, dan Sayang
Dalam hubungan Adam dan hawa
Di masa masa itu...

Semua itu atas dasar CINTA
Cinta yg suci tanpa kepercayaan
Kasih yg tulus tanpa dusta
Sayang yg ikhlas tanpa balasan
Maka bangunlah CINTa
Dari Mata yang selalu memandang
Dari Hati yang selalu suci
Dari bibir yang selalu berkata
Bahwa aku mencintaimu
Melalui Tuhan sebagai prantara ku
Dengan doa-doa yg kumunajat...


 “ Kenangan “
( Karya : Ramadhan Yusuf )

terik mentari menerangi duniaku
indah dan menawan menghiasi hidupku
alunan syair yang tak terlewatkan
dari mulut seorang wanita
membuat ku terlena dan tenggelam
bersama batu karang di dasar laut

walaupun lautan memiliki kekuatan
untuk menyikirkan batu karang
tapi aku tak pernah bergeser
walaupun semeter
kokoh dan tegak aku berdiam
merenungkan apa yang terjadi
dalam fenomena lautan
yang terus berontak berontak
untuk menghilangkan jejak batu karang

tapi aku sadar bahwa keindahan lautan
ada pada batu karangnya
dan dimanapun lautan itu
selalu menyelimuti batu karang
seperti juga dirimu
yang selalu membutuhkan ku
di saat kamu dalam kesepian
dan hari ini aku akan jadikan dirimu
adalah lautan dan diriku adalah batu karangnnya


" Pelangi Dalam Butiran Hujan "
   ( Karya Ramadhan Yusuf )


tatapanmu sinis seperti petir
membelah langit dari kabut tebal
ledakan gunturmu yang tegas
mengagetkan diriku dalam kebingungan


dengan butiran - butiran hujankuu
aku mencoba membanjiri dirimu dalam kebisuan
malah kau menyerangiku dengan pelagimu
membuat butiran hujanku tak berdaya

walaupun petirmu yang sinis
dengan guntur mu yang tegas membentaku
aku tak akan kaget lagi
karena aku ingin menikmati pelangimu
dalam butiran butiran hujanku
membanjiri dirmu selamnya......





      “ Mengelabui Cinta “

( Karya: Ramadhan Yusuf )


Cintaku datang pada bulan purnama 

Menerangi hati pada kekosongan terhampa

Menari – nari didalam istana kebebasan
Membuang musimnya kegilasahan dalam kekosongan

Aku ingin menari bersama mereka
Bersorak bernyayi menyambut datangnya sang cinta
Yang akan mewarnai malamku
Yang dislimuti kegelapan yang kosong

Akankah cinta ini yang menandakan
Bahwa cinta pada pandangan pertama
Ataukah cinta ini seperti cintanya pada para iblis yang bersorak
Menari sekaligus mempersembahkan tumbal
Demi meninggikan ilmu pada diri mereka yang hitam???
Ataukah cinta seperti cahaya
Seperti bahan utama 
Dalam penciptaan malaikat dari nur yang suci
Tanpa ada noda..... 
Seperti sosok malaikat yang bersih akan noda???
Tidak – tidak itu bukan cinta, itu iblis dan malaikat
Iblis dan malaikat yang menyerupai cinta
Yang membawa duka pada umat manusia
Karena manusia buta akan cinta.........


 “ CINTA YANG TULUS “
( Karya: Ramadhan Yusuf )

Apa bila cintamu karena fisikku
aku akan melumpuhkan fisikku
dengan cara menyiramkan dengan air keras
agar kamu tahu, 
bahwa fisikku bisa aku rusakan dengan air keras

apa bila kamu mencintaiku karena kebaiakan ku
maka aku akan menghapuskan 
kebaikanku dengan menggoda mu
untuk menjerumuskan cinta kita pada jurang kemaksiatan
dan kamu akan berlari dan berkata
diri aku tak cocok buat dirikmu...

dan apa bila cintamu kepadaku karena hatiku
yang tak bisa kau pandagi dengan matamu yang indah
dan sentuhan tanganmu yang halus dan mulus
maka cintaku itu hanyalah misteri bagimu
yang selalu kau kejar dan kejar
tanpa ada rasa capek dan bosan.....
tanpa ada rasa baik dan jahat....
melaikan sebuah penasaran
maka sentuhlah dan miliki cinta itu
dengan hatimu yang suci
seperti cinta tuhan pada umatnya....




'' Titik atau Koma ''
( Karya : Ramadhan Yusuf )


Perasaan bermain bersih
Ketika hati berbicara pada kiblat
Mata yg tak pernah berpaling
Tanpa kata yg berdusta pada kesetiaan
Dalam kasih, sayang Yg membeku


Cahaya, yang terancam sirna
Dibalik ego yang berduka
Membuat hati terus berguling
Mengikuti irama-irama kesempurnaan
Yg berpadu dalam nafsu

Misteri yang terbit mongotori waktu
meninggalkan setumpuk kerinduan
Yang tersimpul kaku dalam memaknai
Arti dari kisah ini.


" Cahaya di Siang Hari "
( Karya: Ramadhan Yusuf )


Kupandangimu kuberharap mata ku bisa jujur.
Karena dirimu begitu terang bercahya
Bagaikan matahari tanpa tangan
Semakin jauh aku menjauhimu
Cahaya mu makin terang
Seperti waktu yg tak pernah lelah

Bisikan2 dari dalam istana surga
Memberikanku keyakinan yg dasyat
Bahwa itu bukanlah cahaya
Tapi itu adalah kegelapan
Tapi sungai2 liar tak kalah deras
Menghantam, menerpa mngelabui
Bisikan2 dari istana itu
Ia memberikan isyarat bahwa
Matamu tak akan mebohongimu
Karena ia nnyata bukan mimpi
Aku malah tersenyum
Sabil menatapinya
Semkin dekat ku dekatinya
Cahaya itu makin terang
Menerangi kegelaapan itu
Aku tersenyum sambil berpikir
Nerakanya begitu indah dipandang
Dihiasi cahaya yg menggelora
Tapi sayang itu cahaya kegelapan..


"Cintaku Tak Pernah Mati"
( Karya : Ramadhan Yusuf )


Aku beranjak untuk menyapamu
Awal aku berjumpa
Kau telah berpalinng dri sapaku
Kucoba memberikan mu senyuman
Malah kau hanya terlihat mmurung

Ketika ku berbalik arah
Melawan derasnya waktu yg berputar
Kau malah menjauh dri harapanku
Hingga hari2 tak lagi bersahabat
Ditikam kegalaun yg bergerimis

Aku mencintaimu itu ucapku
Aku menyayangimu itu rasa ku
Tapi cinta dan sayangku
Tak pernah kau pahami
Malah kau melenyapkannya
Dalam waktu waktu ku bersama mu
Hari2ku hanya berperang
Melawan perasaan kecemburuan
Lewat tutur kata yg kupandang
Hingga kurangkaikan istana
Dengan kata kata indah
Yang selama ini aku rasakan
Dan kamupun menimati
Ntah itu hari harimu
Ataupun dalam benak dan pikiranmu
Yg tak pernah ku tahu...
Ini cinta ku
Ini rasa ku
Tak ada yg lain didalam hatiku
SelAin namamu yg tertera
Dan ukiran kasih dan syang wajahmu
Yang ku abadikan dalam hati ini...


" IMPIAN WAKTUKU UNTUKMU"
( Karya : Ramadhan Yusuf )


Didalam benakku ...
Ada dirimu terlukis
Cinta yg dulu tercipta
Mengauli tubuhku yg lemah
Tak berdaya tanpa keberanian

Kisah ini seprti angin
Melambaikann tangan untukmu
Memberikan keikhlasan dalam cinta
Yang tak pernah ku dapatkan
Hanya bisa kurasaka

Cinta mu tak pernah kupaksakan
Entah kau juga merasakan atau tdak
Aku selalu mengharapakan
Sapamu dari tatapan dan senyuman
Membuatku legah dalam derita
Aku tak peduli kata mereka
Suara itu hanya sebuah bisikan angin
Hanya sekedar memberikan stimulus
Dalam perjuanganku...

Aku yakin...
Waktu selalu menemaniku
Untuk mlukiskan dirimu
Dalam syair-syairku hari ini
Tuhanpun berpihak padaku
Memberikan waktunya untuku
Mencintaimu lewat waktu-waktu
Yang tersisa dalam hembusan angin